Anak pertama saya laki-laki yang terbilang aktif. Dia berumur 5,5 tahun. Sudah sejak kecil berumur 1 tahun saya berikan tab dan terbiasa menonton youtube dan bermain game. Karena ketika saya sibuk, anak saya akan sangat aktif naik turun meja, tablet seperti senjata yang mendiamkan sementara. Sisi positifnya adalah dia sering menonton video alfabet dan huruf hijaiyah sehingga dia cukup tahu huruf dan angka. Sebagai tambahan, anak saya sangat suka puzzle dan teka-teki bergambar.
Ketika sudah berumur 4 tahun, tingkat interaksi dengan tablet sudah terlalu tinggi. Karena kesibukan saya sudah berkurang, saya ingin lebih banyak berinteraksi dengan anak saya dan mengajar iqra atau huruf arab agar bisa membaca Al - Quran.
![]() |
| Iqra dan Puzzle |
Namun, anak saya kurang fokus ketika berinteraksi dengan buku cetak. Ketika dia saya suruh membaca huruf hijaiyah di buku Iqra, dia malah sibuk menunjukkan huruf-huruf yang sama. Sehingga, proses pengenalan huruf terbilang cukup lama.
Setiap kali anak saya meminta tab atau game, saya akan meminta dia untuk belajar Iqra dengan saya. Akhirnya, saya tetap mengajarkan iqra seadanya perhalaman perhari. Walaupun lambat namun ada progres. Sebagai pemacu, saya menggunakan kertas tambahan untuk menuliskan huruf dan membuat puzzle untuk melingkari huruf sesuai bacaanya. Tentu saja ini akan membutuhkan interaksi yang intensif antara orang tua dan anak. Alhamdulillah, anak saya lebih termotivasi. Sebagai tambahan syarat boleh main, adalah menghafal, tentu saja ini metode talaqi dimana saya harus mendikte anak saya.

No comments:
Post a Comment